AHY Dukung Sekolah Rakyat Prabowo: Masa Depan Anak Tak Boleh Ditentukan Tempat Lahir

HEADLINE, POLITIK16 Dilihat

JAKARTA, Merdekami.com — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan dukungannya terhadap Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

AHY menilai pendidikan memiliki peran penting dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk memperbaiki taraf hidup. Menurutnya, setiap anak harus memiliki peluang yang adil untuk berkembang, terlepas dari kondisi ekonomi keluarga maupun daerah tempat mereka dilahirkan.

“Kita tidak memilih di mana kita dilahirkan, atau siapa orang tua kita. Tetapi masa depan seseorang tidak boleh ditentukan oleh keadaan ketika ia dilahirkan,” kata AHY.

BACA JUGA :  PT DSSP Power Kendari Hadiri RDP di DPRD Sultra, Tegaskan Patuh Regulasi dan Kontrak dengan PLN

Ia mencontohkan, anak yang lahir dan tumbuh di daerah seperti Aceh maupun Papua semestinya memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan dibandingkan anak yang tumbuh di Jakarta.

Menurut AHY, keadilan tidak selalu berarti setiap orang mendapatkan hasil yang sama. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap warga negara memperoleh kesempatan yang setara untuk maju.

Atas dasar itu, Partai Demokrat menyatakan akan mendukung sekaligus mengawal Program Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut juga mencakup upaya revitalisasi madrasah dan pondok pesantren untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan.

BACA JUGA :  Bersiap, KPU Konsel Buka Rekrutmen Petugas Badan Adhoc Pilkada 2024

“Karena itu, kita dukung dan kawal Program Sekolah Rakyat, serta revitalisasi madrasah dan pondok pesantren, agar semakin banyak anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengubah masa depannya melalui pendidikan,” ujar AHY.

AHY menegaskan, pendidikan harus menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperbesar peluang mobilitas sosial.

Bagi AHY, latar belakang keluarga dan tempat kelahiran tidak semestinya menjadi batas bagi seseorang dalam meraih cita-cita. Negara, kata dia, perlu memastikan pintu kesempatan tetap terbuka bagi setiap anak Indonesia.

Komentar