DSSP Power Kendari Perkuat Konservasi Teluk Moramo Lewat Workshop Perikanan Berkelanjutan

KONAWE SELATAN – PT DSSP Power Kendari terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut di Teluk Moramo. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Perikanan Berkelanjutan yang digelar di Dusun Beroro, Desa Ranooha Raya, Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu (25/7).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan kawasan konservasi dan penerapan praktik perikanan berkelanjutan guna menjaga keberlangsungan sumber daya laut.

Workshop diikuti tokoh masyarakat dari sejumlah desa di sekitar Teluk Moramo yang selama ini bergantung pada sumber daya pesisir dan laut. Peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga kawasan konservasi, ancaman terhadap ekosistem akibat praktik penangkapan ikan yang merusak, hingga peran masyarakat dalam mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Lembaga Masyarakat Sunu Lestari Teluk Moramo, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sultra. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan kawasan konservasi berbasis masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya laut yang bertanggung jawab.

BACA JUGA :  Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan Bagi PPK, Ketua KPU Konsel Ingatkan Pentingnya Kepatuhan Kaidah

Government Relations PT DSSP Power Kendari, Risal Akbar, mengatakan Teluk Moramo dipilih karena memiliki nilai ekologis yang tinggi dan menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.

“Teluk Moramo memiliki potensi sumber daya laut yang besar sekaligus fungsi ekologis yang penting bagi masyarakat pesisir. Melalui workshop ini kami ingin memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola kawasan konservasi sekaligus mendorong praktik perikanan yang berkelanjutan. Harapannya, upaya yang dilakukan di Teluk Moramo dapat menjadi contoh bagi pengelolaan kawasan pesisir dan laut di wilayah lainnya,” ujarnya.

Workshop tersebut merupakan bagian dari Program Bahari Lestari, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT DSSP Power Kendari yang telah berjalan sejak 2021. Program ini berfokus pada rehabilitasi dan pelestarian ekosistem bawah laut melalui rehabilitasi terumbu karang, perlindungan habitat pesisir, serta pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  Turunkan 11 Personel, Dinas Dam-Pen Konsel Tangani Kebakaran Rumah di Desa Punggapu

Pada 2026, program tersebut diperkuat melalui kemitraan dengan pengelola kawasan konservasi. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan, memperkuat pengawasan berbasis masyarakat, serta mendorong tata kelola konservasi yang lebih kolaboratif.

Dalam kesempatan tersebut, PT DSSP Power Kendari juga menyerahkan bantuan operasional kepada kelompok masyarakat nelayan yang aktif menjaga kawasan konservasi. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung patroli dan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem laut, termasuk praktik penangkapan ikan secara destruktif.

Perusahaan menilai keberhasilan menjaga ekosistem laut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, kelompok masyarakat, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil. Melalui sinergi tersebut, pengelolaan kawasan konservasi diharapkan semakin efektif dan berkelanjutan sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan, khususnya perlindungan ekosistem laut.

Komentar