Cegah Penyalahgunaan Narkoba, PT GMS dan CV NDJ Tes Urine 119 Karyawan, Begini Hasilnya

KONAWE SELATAN, MERDEKAMI.COM – Sebanyak 119 karyawan PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS) dan CV Nusantara Daya Jaya (NDJ) menjalani tes urine sekaligus mengikuti penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kantor PT GMS, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tenggara, serta Polres Konawe Selatan sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Turut hadir mendampingi kegiatan itu Kasat Narkoba Polres Konawe Selatan Iptu Herman Eka Purnama SH MH, Humas PT GMS Airin Sakoya S.Si, jajaran manajemen PT GMS dan CV NDJ, Kapolsek Laonti Ipda Dedi Hidayat, serta Babinsa Sanggi-Sanggi Serda Kamsir.

Kepala BNN Kota Kendari, Isamuddin SH MH, mengatakan penyuluhan P4GN diberikan untuk meningkatkan kesadaran para pekerja terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika yang kini telah menyasar berbagai kalangan, termasuk dunia kerja.

Menurutnya, karyawan merupakan aset penting perusahaan yang harus dilindungi dari ancaman narkoba. Ia menegaskan penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas, merusak kondisi ekonomi, hingga memicu persoalan dalam kehidupan keluarga.

BACA JUGA :  Refleksi Satu Tahun Pembentukan KPAD Konawe Selatan

“Tujuan kita ini ingin melindungi aset perusahaan. Aset perusahaan itu salah satunya karyawan,” kata Isamuddin.

Ia juga meluruskan anggapan keliru yang masih berkembang di sebagian kalangan pekerja bahwa narkoba dapat digunakan sebagai penambah stamina atau doping agar mampu bekerja lebih lama.

“Efek itu hanya bersifat sementara. Dalam jangka panjang dosis akan terus meningkat, menimbulkan ketergantungan, menurunkan etos kerja, merusak kesehatan, hingga menghancurkan kondisi ekonomi pengguna,” jelasnya.

Isamuddin menambahkan, pelaksanaan program P4GN di lingkungan perusahaan juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendukung pemberantasan narkoba di sektor dunia usaha. Karena itu, BNN Kota Kendari terus melakukan edukasi agar masyarakat, khususnya pekerja, tidak mudah terpengaruh ajakan menggunakan narkotika.

Sementara itu, Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, Kompol Jamaluddin S.Km MM, mengungkapkan sebanyak 119 karyawan mengikuti pemeriksaan urine.

“Hasilnya negatif semua,” ujarnya.

BACA JUGA :  PT Ifishdeco Setor Pajak Rp21,9 Miliar, Tegaskan Komitmen Dukung PAD Sultra

Ia berharap pemeriksaan serupa dapat dilaksanakan secara berkala sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan perusahaan pertambangan.

Kasat Narkoba Polres Konawe Selatan, Iptu Herman Eka Purnama, mengapresiasi komitmen PT GMS dan CV NDJ yang secara aktif menggandeng BNN untuk memberikan edukasi sekaligus melakukan pemeriksaan urine kepada karyawan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah preventif agar para pekerja memiliki pemahaman yang baik mengenai bahaya narkoba dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredarannya.

Di sisi lain, Humas PT GMS, Airin Sakoya, menegaskan perusahaan berkomitmen membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, dan bebas narkoba.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan tidak ada peredaran narkoba di wilayah IUP PT GMS dan CV NDJ,” katanya.

Ia menambahkan, selain melalui penyuluhan dan tes urine, perusahaan juga secara rutin mengingatkan seluruh karyawan dalam berbagai forum internal mengenai pentingnya menjauhi penyalahgunaan narkotika sebagai bagian dari budaya kerja yang sehat dan produktif.

Komentar