Merdekami.com – Dokter Subspesialis Bedah Tumor di RSU Bahteramas, dr. Faruly Wijaya S. Limba, mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan pola makan dan gaya hidup sehari-hari karena dapat berpengaruh terhadap risiko munculnya tumor.
Menurut dr. Faruly, konsumsi makanan yang melalui proses pengolahan berlebihan, pengawetan, hingga metode pengasapan dan pembakaran berpotensi menghasilkan zat karsinogen. Zat tersebut dapat memicu perubahan sel abnormal dalam tubuh yang berujung pada pembentukan tumor.
“Makanan yang diolah, diawetkan, termasuk yang diasapi atau dibakar, berisiko menghasilkan zat karsinogen. Zat inilah yang dapat memicu perubahan sel menjadi tumor,” jelasnya, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, faktor pemicu tumor tidak hanya berasal dari pola konsumsi, tetapi juga dipengaruhi oleh gaya hidup. Kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan atau obesitas, kebiasaan merokok, serta paparan zat kimia dan radiasi menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai bersama.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Faruly mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi makanan segar, rutin berolahraga, serta menghindari paparan zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan tubuh.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi dini, menurutnya, sangat penting untuk mengetahui lebih awal adanya gejala yang mencurigakan sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.







Komentar