GMNI Muna Kukuhkan 58 Anggota Baru Lewat PPAB Akbar

HEADLINE, MUNA, MUNA BARAT1096 Dilihat

MUNA, Merdekami.com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Muna menggelar Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) di Aula Kementerian Agama Kabupaten Muna, Minggu (28/9/2025). Sebanyak 58 kader dari berbagai komisariat resmi dikukuhkan sebagai anggota baru.

Ketua panitia, Bung Ahril, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan sejak pertengahan September. Pendaftaran anggota baru juga dibuka sejak saat itu hingga pelaksanaan PPAB.

“Beberapa pendaftar tidak sempat hadir karena masih berada di kampung. Nanti akan diagendakan PPAB lanjutan oleh masing-masing komisariat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bupati Konsel Serahkan Perpanjangan SK PPPK, 755 Pegawai Terima Perpanjangan Kontrak Tiga Tahun

Sekretaris panitia, Sarinah Irma, menambahkan, antusiasme peserta sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal itu terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya maupun menyampaikan pendapat saat menerima materi.

“Materi bisa tersampaikan dengan baik karena peserta aktif berdiskusi,” ujarnya.

Dalam PPAB kali ini, panitia menghadirkan enam materi dasar, yaitu Ke-GMNI-an, Nasionalisme, Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan, Pengantar Sarinah, Agitasi dan Propaganda, serta Marhaenisme. Selanjutnya, peserta akan mengikuti kegiatan lanjutan berupa KTD (Kaderisasi Tingkat Dasar).

Ketua DPC GMNI Muna, Bung Ruslan, menyampaikan bahwa PPAB ini sekaligus menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru di seluruh kampus yang ada di Muna.

BACA JUGA :  Tim Hukum Yudhi-Nirna Ajukan Dua Aduan ke DPRD Kota Kendari terkait Dugaan Pelanggaran Pilkada

“Di GMNI, mahasiswa belajar tentang nasionalisme, wawasan kebangsaan, serta perjuangan hak-hak rakyat. Tidak ada perbedaan suku, agama, atau latar belakang. Semua boleh bergabung,” tegasnya.

Ia berharap kader baru dapat membangun wacana ideologis di kampus masing-masing dan aktif mengawal persoalan rakyat di Muna.

“Mahasiswa dan organisasi tidak bisa dipisahkan. Mahasiswa harus kritis serta menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Ruslan.

Komentar