Buton Tengah, Merdekami.com – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap Halim Asa, seorang nelayan berusia 60 tahun yang terjatuh dari longboat saat memancing di perairan Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, memasuki hari ketiga tanpa hasil.
Hingga pukul 17.30 WITA, pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan terpaksa dihentikan sementara karena belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi akan dilanjutkan kembali esok pagi, Sabtu (16/11), mulai pukul 07.00 WITA.
Korban diketahui berangkat memancing pada Kamis, 14 November 2024, sekitar pukul 15.00 WITA. Dua jam kemudian, ia terlihat oleh salah satu warga desa dari kejauhan terjatuh ke laut dari perahunya.
Sejak saat itu, pencarian telah dilakukan oleh masyarakat setempat, sebelum akhirnya tim SAR gabungan ikut turun tangan.
Hingga hari ketiga, pencarian dilakukan dengan dukungan cuaca yang cukup kondusif. Angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 4 km/jam, sedangkan tinggi gelombang terpantau rendah, yakni berkisar 0,1 hingga 0,5 meter.
Upaya pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk staf Operasi KPP Kendari, Pos SAR Baubau, Bhabinkamtibmas, Pos Angkatan Laut Baubau, PMI Baubau, serta pemerintah Desa Wadiabero.
Masyarakat dan keluarga korban juga turut membantu di lapangan. Berbagai peralatan pendukung dikerahkan dalam operasi ini, seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, Aquaeye untuk pendeteksian, peralatan medis dan evakuasi, serta alat komunikasi.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat setempat yang secara aktif terlibat dalam proses pencarian. “Kami berharap, besok pencarian dapat membuahkan hasil yang kita semua harapkan,” ujarnya.
Hingga saat ini, suasana haru dan dukungan moral terus mengalir kepada keluarga korban yang setia menunggu kabar. Upaya gabungan dari berbagai pihak menjadi harapan utama agar pencarian Halim Asa segera membuahkan hasil.







Komentar