Konawe Selatan, Merdekami.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Workshop Penguatan Kelembagaan Kelompok Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).
Kegiatan ini berlangsung pada 15-16 November 2024 di Hotel Same Boutique, Kendari, dengan melibatkan 30 peserta dari berbagai kelompok LPM di daerah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe Selatan, Setia Ningsih Mangidi menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop ini didasari oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta arahan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe Selatan Nomor 03 Tahun 2024.
“Workshop ini bertujuan menjaga stabilitas stok pangan, meningkatkan kualitas dan kuantitas cadangan pangan, serta mendorong diversifikasi pangan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Pelaksanaan workshop ini dilakukan secara terintegrasi dengan berbagai program pengembangan ekonomi daerah.
Menurut Setia Ningsih, penguatan kelembagaan LPM menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan sekaligus mengurangi risiko kekurangan pangan di wilayah Konawe Selatan.
“Kita ingin kelompok Lumbung Pangan Masyarakat di daerah ini semakin berdaya saing dan mandiri, sehingga mampu berkontribusi secara nyata terhadap cadangan pangan daerah,” imbuhnya.
Dikatakannya, tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjaga stabilitas stok pangan, meningkatkan kualitas dan kuantitas stok pangan, dan mengembangkan diversifikasi pangan.
“Hasil yang diharapkan dari workshop ini adalah tersedianya stok pangan yang memadai serta berkembangnya pengolahan pangan yang mandiri dan inovatif,” tuturnya.
Selain itu, penguatan kelembagaan LPM juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing kelompok lumbung pangan di Konawe Selatan.
Adapun peserta workshop terdiri dari 30 anggota Kelompok Lumbung Pangan Masyarakat yang merupakan perwakilan dari berbagai wilayah di Konawe Selatan.
“Kami optimis bahwa melalui workshop ini, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilannya dalam mengelola stok pangan dengan lebih baik,” kata ia.
Kegiatan ini sepenuhnya didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2024. Dinas Ketahanan Pangan berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
“Kita membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan kemandirian pangan. Melalui pelatihan ini, kita tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga membangun sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan,” tutupnya.
Dengan adanya program seperti ini, Konawe Selatan diharapkan mampu menjadi salah satu daerah yang mandiri dan tangguh dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi daerah secara menyeluruh.







Komentar