Merdekami.com – Sebanyak 25 rumah warga di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mendapat bantuan bedah rumah melalui Program Gotong Royong Bedah Rumah. Program tersebut merupakan kolaborasi sejumlah pihak untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak.
Peluncuran program ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Rakawuta, Kecamatan Mowila, Rabu (30/9). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Konsel Irham Kalenggo bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konsel Todo Batara Silalahi, Kapolres Konsel, perwakilan Satker Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sultra, Kodim 1417/KDI, BPN Konsel, serta pemerintah kecamatan dan desa.
Program ini merupakan kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sultra, Perkumpulan Tunas Muda Adhyaksa dan REI DPD Sultra dengan dukungan Kejaksaan Tinggi Sultra, Pemprov Sultra dan Satker Kementerian PKP wilayah Sultra.
Bupati Konsel Irham Kalenggo menyambut baik program tersebut. Menurutnya, penyediaan hunian layak bagi masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.
“Program ini bukan hanya membangun fisik rumah, tetapi juga membangun harapan dan martabat masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” kata Irham.
Sementara itu, Kajari Konsel Todo Batara Silalahi mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi Kejaksaan dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya percepatan pembangunan tiga juta rumah.
“Pelaksanaan kegiatan di Desa Rakawuta hari ini merupakan tindak lanjut sekaligus implementasi nyata dari program nasional tersebut di daerah,” ujarnya.
Selain peluncuran bedah rumah, Kejari Konsel bersama BPN Konsel juga menyerahkan sejumlah sertifikat tanah. Sertifikat tersebut mencakup tanah untuk rumah ibadah, fasilitas perkantoran dan hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Todo mengatakan, penyerahan sertifikat tersebut diharapkan memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah masyarakat maupun aset yang diperuntukkan bagi fasilitas sosial dan fasilitas umum.
Ia juga menegaskan program bedah rumah tidak berhenti pada kegiatan peluncuran. Pengawasan akan dilakukan bersama untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai mutu yang ditetapkan.
“Pengawasan akan dilakukan bersama antara kejaksaan, kepolisian, pemerintah daerah dan Satker Kementerian PKP wilayah Sultra,” jelasnya.
Untuk di Konsel, terdapat 25 unit rumah yang ditetapkan sebagai penerima manfaat. Setiap unit rumah mendapat dukungan anggaran Rp50 juta.
Anggaran tersebut terdiri dari Rp20 juta melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Perumahan dan Rp30 juta dari CSR serta sumbangan yang diinisiasi Baznas, Tunas Muda Adhyaksa, Kejati Sultra dan Satker Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman wilayah Sultra.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala desa se-Kecamatan Mowila dan warga penerima manfaat.







Komentar