PT GMS Bantah Tudingan Pencemaran Lingkungan, Sebut Isu yang Beredar Gunakan Dokumentasi Lama

KONAWE SELATAN, Merdekami.com – Manajemen PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, membantah tudingan yang disampaikan Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sulawesi Tenggara terkait dugaan pelanggaran lingkungan.

Humas PT GMS, Sakirman S.Pd, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Ia menyebut sejumlah foto yang beredar dan dimuat dalam beberapa pemberitaan merupakan dokumentasi lama yang diambil pada periode 2018 hingga 2021.

“Perlu diketahui bahwa perusahaan secara rutin setiap tahun melakukan normalisasi sungai di wilayah lingkar tambang sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan,” ujar Sakirman, Jumat (20/6).

Menurutnya, laporan maupun pemberitaan yang mengaitkan aktivitas perusahaan dengan dugaan pencemaran lingkungan, sedimentasi pesisir, serta kerusakan ekosistem laut di Kecamatan Laonti tidak mencerminkan kondisi terkini di lapangan.

BACA JUGA :  Irham Kalenggo Potensial Jadi Bupati Konsel Gantikan Surunuddin

Ia menjelaskan bahwa persoalan yang pernah menjadi sorotan pada tahun-tahun sebelumnya telah ditangani dan diselesaikan melalui proses verifikasi yang melibatkan pihak-pihak terkait.

“Masalah yang sempat disorot pada periode tersebut telah selesai ditangani dan dibuktikan melalui proses verifikasi. Saat ini kondisi di Desa Sanggi-Sanggi dan wilayah sekitar operasional perusahaan sudah jauh berbeda,” katanya.

Sakirman menambahkan, hingga saat ini masyarakat di sekitar wilayah operasi masih memberikan dukungan terhadap keberlangsungan aktivitas pertambangan PT GMS. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya menjalankan operasional sesuai ketentuan yang berlaku di bidang pertambangan dan lingkungan hidup.

Dukungan serupa disampaikan Usman, warga Desa Sanggi-Sanggi. Menurutnya, keberadaan PT GMS telah memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan aktivitas ekonomi, dan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur desa.

BACA JUGA :  Babibucom Gelar Diskusi Buku “Norak” Bahas Mindset ala Carol Dweck

“Kami masyarakat di sini sudah melihat sendiri perubahannya. Masalah yang dulu pernah muncul itu sudah terjadi bertahun-tahun lalu dan sudah diselesaikan. Sampai sekarang kami tetap mendukung kegiatan PT GMS karena membantu perekonomian warga,” ungkap Usman.

PT GMS, lanjut Sakirman, tetap terbuka terhadap pengawasan dari berbagai pihak dan berkomitmen menjaga keseimbangan antara aktivitas usaha, pelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang disertai foto maupun video yang belum terverifikasi.

“Kami berharap setiap video maupun gambar yang beredar dapat ditelusuri dan dicek kebenarannya terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Komentar