Program Rumah Layak Huni DISPERKIMTAN Konawe Selatan Bantu Warga Bertahan Saat Banjir

KONAWE SELATAN824 Dilihat

Konawe Selatan, Merdekami.com – Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Konawe Selatan. Puluhan rumah warga terendam dan banyak yang harus ditinggalkan sementara.

Namun, kondisi berbeda dirasakan warga penerima program bantuan rumah layak huni dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DISPERKIMTAN). Rumah bantuan yang lebih kokoh dan aman menjadi penyelamat di tengah bencana.

Kepala DISPERKIMTAN Konawe Selatan, Asruddin, AM., ST., M.PW., menyebut bahwa program ini tak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga sebagai bentuk mitigasi bencana jangka panjang.

“Rumah yang kami bantu bangun dirancang dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan ketahanan terhadap bencana. Terbukti, banyak warga yang tetap bisa bertahan di rumahnya saat banjir terjadi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Sabtu 28 Juni 2025.

BACA JUGA :  PT GMS Kobarkan Semangat Patriotisme di HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Salah satu penerima bantuan, Ibu Hermanto dari Kecamatan Laeya, mengungkapkan rasa syukurnya. “Dulu kalau banjir, kami pasti mengungsi. Tapi sejak rumah kami dibangun lewat program ini, kami merasa lebih aman. Rumahnya tinggi dan kuat, jadi tidak perlu panik lagi,” ungkapnya.

Tak hanya memberikan bantuan fisik berupa rumah, DISPERKIMTAN juga mendampingi proses pembangunan, memastikan penggunaan material ramah lingkungan dan tahan air. Komitmen ini sejalan dengan upaya menyediakan hunian layak dan aman di daerah rawan bencana.

Lebih jauh, dinas juga menekankan pentingnya memperhatikan beberapa aspek teknis dalam pembangunan rumah, khususnya di wilayah rawan banjir.

Seperti lokasi pembangunan, idealnya berada di dataran tinggi atau lebih tinggi dari badan jalan. Kemudian sistem drainase harus optimal dan bebas dari sumbatan, termasuk menjaga kebersihan sungai dari sampah. Dan desain rumah harus disesuaikan, misalnya rumah panggung atau bangunan bertingkat dengan material kokoh dan tahan air.

BACA JUGA :  Sekda Konsel Terima LHP Pemeriksaan Kinerja dan PDTT Semester II 2023 dari BPK RI Perwakilan Sultra

Meski begitu, program ini masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan anggaran daerah. Padahal, jumlah rumah tidak layak huni masih cukup banyak tersebar di 25 kecamatan.

Karena itu, Pemkab Konsel terus berupaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, provinsi, pusat (Kementerian Perumahan), hingga menggandeng investor melalui program CSR.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, DISPERKIMTAN tengah menyusun Peraturan Bupati terkait Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS), yang kini tinggal menunggu pengesahan. Dinas juga melakukan pemutakhiran data RTLH untuk mendukung program nasional pembangunan 3 juta rumah.

Dengan langkah strategis ini, program bantuan rumah layak huni di Konawe Selatan diharapkan terus berlanjut sebagai salah satu program unggulan daerah, mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati menuju “KONSEL SETARA”.

Komentar