Merdekami.com _ Nasib malang dialami salah seorang warga Desa Roraya Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Dia adalah pria paruh baya Rode (50) yang diduga kuat telah menjadi korban terkaman buaya hingga terbawa. Kejadiannya di sungai Roraya, Konsel, Rabu (5/7) kemarin.

Mengetahui hal tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dam-Pen) Konsel di bawah komando Hasran Parenda terus bergerak melakukan pencairan. Pasalnya hingga saat ini, korban yang terbawa ke sungai belum juga ditemukan.
“Proses pencarian masyarakat yang diterkam buaya terus dilakukan sejak kemarin sore sampai pagi ini bersama pihak terkait lainnya. Tim terus bergerak mencari korban. Pencarian hari kedua pagi ini dilakukan dengan teknik membuat pusaran air di TKP. Kita terus berupaya agar korban bisa ditemukan,” ujarnya.
Diketahui pihak yang terlibat yakni kantor SAR Kendari, Polsek Tinanggea, Koramil Tinanggea, masyarakat sekitar dan keluarga korban. Sementara itu, Kasi Humas Polres Konsel, AKP Muslimin Ganyu menjelaskan kejadian tersebut bermula saat korban bersama istrinya melakukan aktivitas keseharian sebagai petani sawah.
“Saat itu korban bersama istrinya menjaga padi agar tidak dimakan burung, tiba-tiba perut korban terasa sakit dan ingin membuang air besar. Kemudian korban buang air besar di pinggir sungai yang tidak jauh dari sawahnya, saat korban buang air besar seketika buaya langsung menerkam atau menggigit dari arah belakang yang dilihat langsung oleh istrinya,” jelas Muslimin sesuai keterangan sang istri korban.
Selanjutnya, kata Muslimin, istri korban atas nama Feri berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar yang ada di lokasi sawah dan ada beberapa warga yang langsung menghubungi Kepala Desa (Kades) Roraya.
“Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus berlangsung. Kami mengimbau kepada warga untuk berhati-hati dan waspada. Untuk sementara waktu jangan ada dulu aktivitas di sekitar sungai karena sungai Roraya saat ini dalam kondisi air pasang yang dikarenakan musim penghujan dan adanya air kiriman dari sungai Lalembuu, serta saat ini air sungai Roraya lagi keruh dan arusnya sangat deras sehingga pencarian korban mengalami kesulitan,” tandasnya.







Komentar