GMNI Muna Desak DPD Sultra Segera Gelar Rapimda, Evaluasi Kinerja dan Selesaikan Dinamika Internal

RAGAM643 Dilihat

MUNA, Merdekami.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Muna mendesak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Sulawesi Tenggara segera menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) guna mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merespons dinamika internal yang terjadi.

Ketua DPC GMNI Muna, Ruslan, menilai DPD GMNI Sultra harus menjadi corong komunikasi dan membuka ruang dialog untuk meminimalisir gesekan internal yang dapat merugikan organisasi.

“DPD harus segera mengambil langkah strategis dan taktis agar dinamika ini tidak berlarut dan menjadi bola liar yang merugikan internal GMNI sendiri,” tegas Ruslan, Rabu (13/8/2025).

BACA JUGA :  Sekda Herman Suryatman Dorong Perempuan Jabar Berdaya dan Mandiri Melalui Program West Java Women Empowerment

Ia menambahkan, Rapimda menjadi instrumen penting untuk mengevaluasi progres dan program DPD, apalagi hingga kini Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) belum resmi ditutup dan dikukuhkan.

“Sudah saatnya DPD melaksanakan Rapimda. Selain sebagai refleksi dan evaluasi, forum ini juga menjadi ruang kritik otokritik demi perbaikan internal GMNI ke depan,” ujarnya.

Menurut Ruslan, Rapimda merupakan amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GMNI hasil Kongres XXI di Ambon, Maluku. Ia berharap forum tersebut dapat mengembalikan semangat konsolidasi organisasi dan memperkuat komitmen kader di seluruh cabang.

BACA JUGA :  Adi Jaya Putra Ajak Warga Desa Jati Bali Jaga Persaudaraan

“Rapimda harus menjadi wadah merumuskan kembali konsep kaderisasi, organisasi, dan politik. Masalah internal perlu dibahas dan diselesaikan di forum ini agar tidak mengganggu aktivitas organisasi,” jelasnya.

Ruslan menekankan pentingnya penguatan kader, pendistribusian kader, dan kesinambungan proses kaderisasi. Selain itu, ia mendorong kolaborasi gerakan untuk memastikan GMNI Sultra tumbuh dan berkembang, terlebih GMNI Kendari akan memasuki momentum satu dekade.

“Konsolidasi organisasi harus berkesinambungan. Transformasi kepemimpinan, peningkatan kualitas, dan kapasitas kader harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Komentar