Polresta Kendari Tindak Lanjuti Laporan Penipuan Modus Top Up Dana

Merdekami.com _Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari tindak lanjuti laporan terkait kasus dugaan tindak pidana penipuan dengan modus melakukan pengisian saldo elektronik (Top Up) aplikasi Dana.

Dimana, baru – baru ini seorang pria terekam CCTV melakukan aksi penipuan dengan motif meminta untuk isi saldo aplikasi pembayaran digital yakni Dana.

Bukannya melakukan pembayaran setelah diisikan saldo, pelaku justru kabur bersama seorang rekannya yang menunggu di atas motor.

Aksi tak terpuji itu dilakukan pada Jumat (21/7/2023) sekitar pukul 19.00 Wita. Tempatnya di konter milik korban atas nama Arya Pramana yang beralamat di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi

Menanggapi hal tersebut, Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi membenarkan bahwa korban telah melaporkan kasus tersebut. Ia menegaskan pihak kepolisian tak tinggal diam dan akan menindaklanjutinya.

BACA JUGA :  Irham Kalenggo Potensial Jadi Bupati Konsel Gantikan Surunuddin

“Hari ini korban telah dimintai keterangannya, selanjutnya Polisi akan bekerja untuk menindaklanjuti kasus dengan motif meminta untuk isi saldo aplikasi pembayaran digital yakni Dana,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (24/7).

Lebih lanjut AKP Fitrayadi mengimbau kepada pegawai atau pemilik konter pulsa dan uang/saldo elektronik untuk lebih waspada. Saat melayani customer, lanjutnya, untuk terlebih dahulu menerima uang dari pelanggan sebelum melakukan transaksi.

“Harus lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi, kita mencegah terjadinya penipuan yang dilakukan oknum oknum tak bertanggung jawab. Jangan melayani transaksi transfer sebelum menerima biaya atau uang dari pelanggan,” tegasnya.

Sementara itu, korban yakni Pemilik Konter Master Cell, Arya Pramana mengungkapkan kronologis kejadian. Saat itu rekannya yang diminta menjaga konter. Kemudian datang seorang pria yang menggunakan topi hitam, baju lengan panjang hitam dengan celana pendek warna cream, untuk mengisi saldo Dana.

BACA JUGA :  Festival Tunas Bahasa Ibu, Upaya Pelestarian Bahasa Tolaki di Konawe Selatan

“Orang yang kabur ini meminta untuk diisikan saldo dana sebesar Rp.300 ribu. Pas masuk saldo dananya, dan dimintai biaya transaksi, dia (pelaku) pura-pura kurang uangnya. Terus dia mau pinjam uang temannya yang menunggu di motor, ternyata dia langsung kabur,” terangnya.

Ia menyebut, kejadian semacam ini sudah pernah terjadi beberapa bulan yang lalu. Modusnya sama dengan alasan kekurangan uang dan meminta menunggu untuk diambil di motor.

“Beberapa bulan lalu juga pernah terjadi. Modusnya sama, pura-pura kurang uang seolah-olah mau ngambil uang ke motor tapi langsung kabur. Tapi bedanya yang barusan ini ada dua orang, temannya menunggu di motor,” jelasnya.

Komentar