Kawal Aspirasi Warga, Bupati Konsel Bawa Isu Infrastruktur ke Musrenbang Provinsi

KOLAKA – Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo, kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur daerah. Senin, 4 Mei 2026, ia bertolak ke Kabupaten Kolaka untuk menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang akan digelar pada 5 Mei 2026.

Bagi Irham, forum ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia memanfaatkannya sebagai ruang strategis untuk menyuarakan langsung berbagai kebutuhan mendesak masyarakat Konsel, khususnya yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

Di sela perjalanan, Irham menyampaikan bahwa dirinya membawa sejumlah usulan prioritas, terutama terkait pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani.

Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang sebelumnya telah menyatakan akan melakukan perbaikan pada jalur poros Tinanggea–Lalembuu hingga perbatasan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur. Namun demikian, masih terdapat sekitar 5 kilometer ruas jalan yang belum teraspal dan menjadi perhatian utama.

BACA JUGA :  5 Pekerja Galangan Kapal PT Sumber Mandiri Shipyard di Lapuko Terluka Akibat Kecelakaan Kerja

“Kami tentu mengapresiasi komitmen Bapak Gubernur. Tapi masih ada sekitar 5 kilometer yang belum teraspal. Ini yang akan kami dorong agar segera dituntaskan,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah ruas strategis lainnya juga masuk dalam daftar usulan, di antaranya ruas Motaha–batas Kabupaten Konawe, poros Andoolo–Tinanggea yang masih menyisakan sekitar 3 kilometer belum teraspal, serta poros Punggaluku–Andoolo.

Irham menargetkan ruas-ruas dengan skala pekerjaan pendek dapat ditangani melalui APBD Perubahan Provinsi Sultra tahun 2026, sementara proyek dengan kebutuhan anggaran besar diharapkan masuk dalam perencanaan tahun 2027.

BACA JUGA :  Lestarikan Adat dan Budaya Tolaki, Lomba Mombesara Bakal Ramaikan HUT Konsel ke 23

Tidak hanya fokus pada infrastruktur jalan, Irham juga membawa isu perbaikan sarana irigasi. Ia menilai, sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Tenggara, Konawe Selatan membutuhkan dukungan sistem pengairan yang memadai untuk menjaga stabilitas produksi pertanian.

“Perbaikan bendungan, jembatan, dan saluran irigasi juga menjadi prioritas. Ini penting untuk mendukung sektor pertanian masyarakat,” katanya.

Ia berharap seluruh usulan yang dibawa dapat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, sehingga pembangunan di Konawe Selatan dapat berjalan lebih merata.

“Saya mohon doa dan dukungan masyarakat Konawe Selatan. Semoga apa yang kita perjuangkan bisa segera terealisasi,” tutupnya.

Komentar