Merdekami.com – Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo S.Sos., M.Si secara resmi membuka Konferensi Kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Konawe Selatan di Hotel Fortune, Kendari.
Acara ini menjadi momen strategis dalam meneguhkan peran PGRI sebagai mitra kunci dalam mewujudkan pendidikan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan mengangkat tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas,” konferensi ini tidak sekadar ajang pergantian kepengurusan, melainkan forum penting untuk merumuskan arah baru gerakan pendidikan di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Irham Kalenggo menekankan perlunya sinergi antara PGRI dan pemerintah daerah dalam mendorong inovasi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru, serta pembentukan karakter kebangsaan di kalangan peserta didik.
“Transformasi pendidikan tidak bisa berjalan tanpa peran aktif para guru. Ini sejalan dengan visi KONSEL SETARA: Konawe Selatan Sehat, Cerdas, dan Sejahtera,” tegas Irham Kalenggo.
Sementara itu, Ketua PGRI Sulawesi Tenggara, Dr. Suryadi, S.Pd., M.Pd., M.H., mengapresiasi perhatian dan dukungan nyata pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.
Ia berharap forum ini mampu melahirkan keputusan strategis demi kemajuan guru dan mutu pendidikan di Konawe Selatan.
Ketua PGRI Konawe Selatan masa bakti XXII tahun 2020-2025, Erawan Supla Yuda, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya forum ini sebagai bagian dari proses demokratis dan tanggung jawab organisasi.
“Konferensi Kabupaten merupakan amanat organisasi yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI. Kegiatan ini bukan sekadar forum formalitas, namun menjadi wahana demokrasi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan selama lima tahun terakhir, menyusun program kerja ke depan yang adaptif terhadap dinamika zaman, serta memilih kepemimpinan organisasi yang amanah dan berintegritas,” ujarnya.
Ketua Panitia, Sailan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi titik akhir masa bakti Pengurus PGRI periode 2020–2025 dan momentum untuk memilih kepemimpinan baru yang lebih responsif terhadap tantangan zaman.
Konferensi ini dipandang sebagai barometer dinamika pendidikan di daerah dan diharapkan menghasilkan arah kebijakan organisasi yang lebih progresif di tengah tantangan digitalisasi, revolusi industri, dan tuntutan globalisasi pendidikan.







Komentar