Konawe Selatan, Merdekami.com – Upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan melalui berbagai program strategis.
Salah satu program unggulan yang saat ini dilaksanakan adalah Pekarangan Pangan Lestari (P2L), yang menjadi kelanjutan dari Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang telah berjalan sejak 2010 hingga 2019.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Konawe Selatan, Setia Ningsih Mangidi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.
“P2L menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga sekaligus memperbaiki gizi masyarakat. Program ini juga memiliki orientasi pasar, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga,” ujar Setia Ningsih Mangidi.
Di Konawe Selatan, program ini telah melibatkan 61 Kelompok Wanita Tani (KWT). Dari jumlah tersebut, 45 kelompok masuk dalam kategori tahap penumbuhan, sedangkan 16 lainnya berada pada tahap pengembangan.
“Tahap penumbuhan difokuskan untuk membangun dasar pemahaman dan kemampuan, sementara tahap pengembangan lebih menitikberatkan pada peningkatan produksi dan orientasi pemasaran,” tambahnya.
Tujuan dari P2L, menurut Setia Ningsih, adalah untuk menciptakan ketersediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman di tingkat rumah tangga.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas pangan bagi masyarakat, terutama di daerah prioritas yang rentan terhadap rawan pangan dan stunting.
Pelaksanaan P2L di Konawe Selatan memanfaatkan lahan pekarangan, lahan tidur, dan lahan kosong yang sebelumnya tidak produktif.
Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga memiliki peluang untuk menjual hasil panen ke pasar lokal.
“Dengan begitu, program ini tidak hanya tentang ketahanan pangan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas Setia Ningsih.
Setia Ningsih menegaskan bahwa P2L sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini memberikan dampak ganda, yakni mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan luar daerah dan mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka,” katanya.
Melalui Pekarangan Pangan Lestari, Konawe Selatan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan pola hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Setia Ningsih.







Komentar