Merdekami.com _Sulawesi Tenggara (Sultra) mempunyai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai atau TNRAW yang memiliki luas 1.050 km persegi.
TNRAW memiliki beragam vegetasi, seperti hutan bakau, sabana, rawa, dan hutan hujan tropika. Di taman nasional ini terdapat babi rusa, anoa, dan 155 spesies burung, 37 di antaranya endemik.
Selain itu, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai terdapat 323 spesies tanaman. Bentang lahan yang ada berupa pemandangan alam, daerah aliran sungai, dan hutan yang memanjakan mata.
Kondisi geografis ini digunakan sebagai kawasan perlindungan dan pelestarian flora dan fauna. Selain itu, dimanfaatkan untuk wisata alam dan ekowisata yang dijamin begitu mempesona.
TNRAW dibagi dengan sistem zonasi sesuai tujuannya yaitu penelitian dan ilmu pengetahuan, pendidikan, budi daya, pariwisata, dan rekreasi alam. Lokasi TNRAW masuk dalam empat wilayah yakni Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Kolaka Timur, dan Bombana.
Di mana, luas kawasan masing-masing yaitu Konawe 6.238 Ha. Konawe Selatan 40.527 Ha, Kolaka Timur 12.824 Ha, dan Bombana 45.605 Ha. Untuk dapat melihat keindahan di taman nasional ini harus mendapatkan izin masuk dari Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.
Anda baru bisa masuk menikmati keindahan yang masih asri di tempat ini setelah mendapatkan izin. Adapun kantornya terletak di Jalan Poros Bombana No 157 Lanowulu, Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Di mana, perjalanan menuju TNRAW dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Anda bisa memilih salah satu dari tiga jalur yang dapat dilalui dari Kota Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara.
Salah satunya yang paling mudah dan tidak terlalu memakan waktu lama yaitu rute dari Kendari ke Tinanggea selanjutnya ke Lanowolu. Di mana, waktu tempuhnya sekitar dua sampai tiga jam.
Daya Tarik Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Dilansir dari berbagai sumber, TNRAW menawarkan wisata rawa, wisata mangrove, wisata sabana hingga wisata gunung. Salah satu spot wisata yang menjadi primadona adalah Rawa Aopa.
Rawa seluas 11.488 hektare ini merupakan habitat berbagai satwa liar dan tumbuhan. Teratai menjadi tumbuhan yang mendominasi di Rawa Aopa.
Sementara jenis satwa liar yang mendiami rawa ini didominasi burung air (water bird) seperti bangau. Adapun jenis-jenis ikan yang hidup di rawa tersebut adalah gabus, lele, belut sawah, mujair, tawes, dan sepat rawa.
Rawa Aopa secara umum menawarkan keindahan yang sangat khas bagi Anda yang suka jalan-jalan dan fotografi. Di TNRAW juga terdapat objek wisata Muara Lanowulu. Anda dapat berenang atau memancing.
Di Muara Lanowulu, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan hutan mangrove. Jika Anda tak suka wisata air, kawasan Gunung Watumohai bisa menjadi pilihan lain.
Anda dapat melakukan kegiatan pendakian dan berkemah. Di lereng gunung tersebut, terdapat padang sabana tempat berkemah sembari melihat ratusan ekor rusa yang sedang merumput.
Landscape padang sabana di TNRAW sangat mengagumkan dan memanjakan mata. Selain itu, masih banyak spot wisata lainnya yang bisa jadi pilihan saat berwisata di TNRAW.
Seperti Bukit Awan, Bukit Modus, Ahuawali, Camp Pada-Padai, Hutan Pendidikan, Air Terjun Pinanggoosi, Taparang, hingga kawasan penangkaran rusa. Untuk itu, TNRAW cocok dijadikan destinasi pilihan untuk berlibur sambil belajar tentang alam.
Sejarah Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai awalnya kawasan hutan dengan fungsi sebagai taman buru. Fungsi ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.648/Kpts/Um/10/1976.
Wilayahnya meliputi Gunung Watumohai, Sungai Roraya dan Sungai Langkowala. Lahannya seluas 50.000 ha. Rawa Aopa awalnya bukan hutan suaka alam maupun hutan wisata. Ini dijelaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1967.
Rawa Aopa baru ditetapkan sebagai hutan suaka alam pada tahun 1980. Penunjukannya ditetapkan oleh Menteri Pertanian dengan lahan seluas 71.400 ha. Tujuan penetapan ini untuk menjadikan kawasannya sebagai cadangan hutan untuk cagar alam.
Penetapan ini berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pertanian no. 22/Ment/III/1980 tanggal 10 Maret 1980. Usulan pembentukan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai disampaikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara yang bernama Alala pada tanggal 18 Februari 1983.
Diskusi dilakukan dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara. Nama awal yang diusulkan adalah Taman Nasional Gunung Watumohai-Rawa Aopa. (adv)







Komentar