Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, Pemkab Konsel Gelar FGD Penyusunan KLHS RDTR Ranomeeto – Konda

KONAWE SELATAN, SULTRA1365 Dilihat

Merdekami.com _ Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menggelar Focus Grup Discussion (FGD), penjaringan isu pembangunan berkelanjutan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Ranomeeto – Konda, di salah satu hotel di kota Kendari, Jumat (1/9/2023).

FGD itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konsel Hj St Chadidjah yang diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir Armansyah. Hadir langsung Kadis PUTR Konsel Askar didampingi Sekdis Mutakhir Hidayat, dan Kabid Tata Ruang Iwawono Ashari.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan peserta FGD yakni sejumlah pimpinan OPD dan pejabat lingkup Pemda Konsel, Kantor Pertanahan Konsel, Camat Ranomeeto dan Konda, serta Tim Ahli Penyusunan KLHS RDTR kawasan perkotaan Ranomeeto – Konda.

Kadis PUTR Konsel, Askar menjelaskan pelaksanaan FGD ini merupakan amanah peraturan pemerintah nomor 46 tahun 2016 tentang tata cara penyelenggaraan KLHS, dan Permen ATR/BPN nomor 5 tahun 2022 tentang pengintegrasian KLHS dalam rencana tata ruang.

“Tujuan KLHS RDTR ini, memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan sudah tertuang dalam penyusunan RDTR Ranomeeto – Konda. Sehingga output (hasil, red) penyusunan RDTR Ranomeeto – Konda sudah mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan,” ungkap Askar dalam keterangan resmi yang diterima.

BACA JUGA :  PT TIS Diduga Garap Kawasan Hutan 155 Hektare Tanpa IPPKH

 

Dikatakannya, pelaksanaan FGD tersebut merupakan tahap kedua dari 11 tahap pelaksanaan KLHS tata ruang. Dengan adanya FGD itu telah terjaring identifikasi isu-isu pembangunan berkelanjutan seperti isu lingkungan, isu sosial, dan isu ekonomi.

“Sebelumnya kita sudah melaksanakan kickoff di tempat yang sama, dihadiri DLH Provinsi dan DLH Konsel. Setelah Fgd ini akan dilaksanakan konsultasi publik satu yang akan dihadiri pemangku kepentingan dari desa dan lurah yang masuk dalam wilayah perencanaan RDTR kawasan perkotaan Ranomeeto – Konda,” terangnya.

Sementara itu Sekda Konsel Hj St Chadidjah yang diwakili Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir Armansyah mengatakan kebijakan pembangunan berkelanjutan adalah prioritas. Yaitu memperhatikan kepentingan lingkungan hidup sekaligus ekonomi dan sosial. Ditetapkan sebagai landasan operasional pelaksanaan pembangunan.

“KLHS ini dimanfaatkan sebagai alat kajian yang tatarannya pada tingkat strategis, pada penyusunan rencana tata ruang, dan rencana program pembangunan. Peran penting inilah yang menjadi pokok pemikiran untuk menerapkan KLHS dalam penyusunan RDTR kawasan perkotaan Ranomeeto – Konda,” kata ia.

BACA JUGA :  Jum'at Berkah, Polres Konsel bagikan nasi kotak ke masyarakat

Sehingga, sambungnya, tujuan pemanfaatan ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan dapat diwujudkan. Pelaksanaan FGD dipastikan menghasilkan long list isu pembangunan yang ada pada wilayah perencanaan.

“Peserta FGD didorong memberi masukan terkait isu-isu pembangunan di wilayah perencanaan, sehingga diharapkan dokumen yang dihasilkan nanti sesuai dengan kebutuhan perencanaan pembangunan di Kecamatan terkait,” jelasnya.

Ia menegaskan dalam penyusunan dokumen dibutuhkan kerjasama seluruh sektor yang terlibat. Utamanya dalam pemenuhan data-data, baik itu data fisik di lapangan, data numerik dan juga data kualitatif. Dengan adanya penyusunan dokumen KLHS ini, lanjutnya, diharapkan meningkatkan kualitas RDTR kawasan perkotaan Ranomeeto – Konda sebagai upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“KLHS RDTR Ranomeeto – Konda diharapkan mendorong peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi wilayah dan daya saing kawasan. Sehingga memberikan dampak positif bagi pembangunan di Konawe Selatan pada khususnya dan Provinsi Sulawesi Tenggara pada umumnya,” ujarnya.

Komentar