Merdekami.com _ Sulawesi Tenggara punya banyak destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Salah satunya adalah puncak Ahuawali yang terletak di Desa Ahuawali, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe. Keindahan pegunungan ilalang, hamparan padang savana jadi pemandangan daratan dari puncak ini. Tak heran banyak orang yang tertarik mendaki di puncak tersebut.
Ahuawali dengan daya tarik yang ditawarkan, namun masih saja ada oknum pengunjung yang tak sadar masalah sampah. Padahal masalah sampah telah banyak yang mengkampanyekan. Khususnya pegiat wisata dan lingkungan tentunya telah menyuarakan persoalan tersebut. Harusnya mereka yang disebut oknum ini sisa sebagian kecil. Dan harus diberikan pemahaman bahwa alam harusnya dijaga, alam bukan tempat sampah.
Untuk diketahui, terbaru 15 orang dari berbagai latar belakang komunitas dan lembaga melakukan aksi bersih bersih sampah di area sekitar pendakian puncak Ahuawali. Mereka yang terlibat, terkonfirmasi dari WCD Sultra, Explore Sultra, Enamu Camp, dan Smart Itech.
Hal tersebut diungkapkan Ardan Sudu selaku Leader WCD Sultra. Dirinya mengatakan giat tersebut dilakukan sejak Sabtu 13 sampai dengan 14 Mei 2023.
“Aksi ini sekaligus kampanye pra World Cleanup Day. Kami juga mengajak para pengunjung untuk peduli terhadap sampah plastik yang dibawa agar tidak disimpan atau ditinggalkan di puncak Ahuawali ini, karena sepanjang perjalanan dari bawah sampai puncak sangat banyak sampah berserakan karena dibuang sembarangan,” kata Ardan.
Hal tersebut disayangkan, mengingat di bawah atau di pos penjagaan sudah disediakan tempat sampah. Atau bisa juga, sarannya, bawa pulang sampahnya untuk dibuang sesuai pada tempatnya.
“Mari nikmati dan jaga lingkungan sekitar agar pengunjung lain juga nyaman, tidak terganggu oleh sampah saat camp. Ayo sama-sama kita tingkatkan kepedulian tentang ini. Kalau kita biarkan diatas sampahnya, siapa yang mau buangkan? malah jadi pemandangan yang tidak sedap,” pinta ia.







Komentar