DPMD Gandeng Kadin Gelar Workshop Manajerial BUMDes di Kecamatan se-Konawe Selatan

Merdekami.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Konawe Selatan sukses menggelar workshop manajerial Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berlangsung mulai tanggal 8 hingga 30 Mei 2024.

Workshop ini bertajuk Manajemen Bisnis pada Badan Usaha Milik Desa. Berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Konsel selaku stakeholder strategis. Giat ini diselenggarakan bertahap. Untuk tahap 1 tuntas di 13 Kecamatan. Kemudian untuk tahap 2 akan dilaksanakan bulan Juni di 12 Kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Konawe Selatan.

Kepala DPMD Konsel, Ambolaa melalui Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa, Irfantri mengatakan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial pengelola BUMDes di masing-masing desa agar mampu mengembangkan dan mengelola usahanya secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Workshop ini, sambungnya, merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan BUMDes yang efektif.

“Program workshop manajerial Bumdes ini disusun di tahun 2023 akhir. Karena berdasarkan hasil monitoring evaluasi tahun 2023, masih banyak Bumdes yang macet dan tidak aktif,” ungkap Irfantri.

Oleh karena itu, pihaknya menggalakkan suatu program agar Bumdes yang awalnya tidak aktif menjadi aktif, yang macet bisa berjalan baik, dan yang sudah aktif bisa makin berkembang.

“Sehingga nanti untuk mengukurnya, setelah dilaksanakan workshop manajerial Bumdes ini kami akan kembali melakukan monitoring dan evaluasi, membandingkan apakah pasca workshop ada dampak positif terhadap Bumdes yang ada di Kabupaten Konawe Selatan,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan mengapa program yang digalakkan yakni workshop manajerial. Pasalnya, kata ia, macet atau tidak aktifnya sejumlah Bumdes di Konsel dinilai karena kurangnya ilmu atau kemampuan pengurus Bumdes terkait pentingnya manajemen dalam dunia usaha atau bisnis.

BACA JUGA :  KPU Konsel Sukses Gelar Simulasi Pemilu 2024

“Suatu bisnis atau usaha bisa berhasil, dimulai dengan manajemen yang baik. Sehingga ilmu manajerial sangat dibutuhkan, tentang bagaimana itu manajerial bisnis maupun usaha yang sehat,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya menyadari, Pemerintah tak maksimal jika bekerja sendirian. Dibutuhkan sinergitas dengan stakeholder strategis.

“Kami memilih Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Konsel sebagai mitra juga narasumber atau pemateri inti yang berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana mengelola sebuah bisnis dengan manajemen yang baik,”kata Irfantri.

Dikatakannya, workshop ini hadir dalam upaya membantu menyelesaikan masalah, memberikan solusi, dan berbagi pengetahuan tentang bagaimana mengelola usaha dari sisi manajemen.

“Bukan hadir untuk meminta penjelasan atau pertanggung jawaban kepada pengurus Bumdes atas masalah-masalah yang terjadi di Bumdes se Kabupaten Konawe Selatan,” ungkapnya.

Dirinya mengapresiasi antusias peserta mengikuti workshop tersebut. Desa-desa dan pengurus Bumdes sangat antusias, karena memang kegiatan workshop ini sasarannya bukan untuk mengevaluasi atau meminta data bumdes atau Laporan bumdes atau meminta data dokumen kelembagaan bumdes.

“Tapi kami lebih ke sharing, bertukar informasi ataupun berdiskusi tentang bagaimana mengelola Bumdes dengan baik dengan sistem manajemen pengelolaan unit usaha yang baik,” ujarnya.

Karena biasa, lanjutnya, ketika pengurus-pengurus ada kegiatan atau acara-acara atau surat dari Pemerintah Kabupaten atau dari dinas biasa mereka kurang antusias. Agak ragu atau khawatir untuk ditanyai tentang laporannya. Tentang kondisi Bumdesnya saat ini.

“Karena memang kondisi bumdesnya banyak yang macet, bisa jadi karena pengelolaan – pengelolaan unit usaha tidak benar atau manajemennya tidak bagus. Sehingga banyak yang macet tidak aktif dan banyak mengalami kerugian,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sekda Setiawan: Sampah Bisa Dikelola untuk Pengembangan Ekonomi Rakyat

Tahap pertama sudah kami lakukan mulai tanggal 8 dan berakhir di tanggal 30 Mei. Selama 13 hari dengan 13 Kecamatan. “Dan setelah ini rencana kami akan menyusun lagi tahap kedua di bulan Juni untuk 12 Kecamatan dan Insyallah nanti ditutup oleh kecamatan Laonti,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Kadin Konsel Adi Jaya Putra menjelaskan bahwa Kadin sebagai wadah bagi pengusaha Indonesia dan bergerak dalam bidang perekonomian. “Tujuannya membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan dan kepentingan pengusaha di bidang usaha negara, usaha koperasi dan usaha swasta,” jelas pria yang populer disapa AJP ini.

Selain itu, Ketua KONI Konsel ini juga memaparkan manajemen merupakan sebuah proses yang dilakukan seseorang dalam mengatur kegiatan yang dikerjakan individu atau kelompok.

“Selain itu, manajemen juga berarti sebuah proses perencanaan, pengimplementasian dan pengendalian kegiatan oleh individu atau kelompok untuk mencapai sebuah tujuan,” jelas AJP.

Sementara fungsi dari manajemen, lanjutnya, yakni sebuah perencanaan, perorganisasian, pengarahan, evaluasi dan pengawasan. Ia juga menyampaikan langkah dalam membangun usaha dengan cara memperluas relasi atau jaringan bisnis.

“Salah satunya menganalisa sejauh mana perkembangan usaha. Meluangkan waktu untuk mengamati performa usaha yang mengalami penurunan, lalu analisis faktor penyebab terjadinya penurunan tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, untuk tahap 1 sudah diselenggarakan di 13 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Kolono, Palangga, Wolasi, Moramo Utara, Moramo, Kolono Timur, Konda, Palangga Selatan, Lainea, Baito, Andoolo Barat, Basala, dan berakhir di Kecamatan Benua.

Komentar